Kata Mutiara

"Perjalanan menempuh 1000 mil dimulai dari satu langkah pertama"
Powered By Blogger

Jumat, 21 Agustus 2009

YOU RAISE ME UP...

When I am down and, oh my soul, so weary
When troubles come and my heart burdened be
Then, I am still and wait here in the silence
Until you come and sit awhile with me
You raise me up, so I can stand on mountains
You raise me up, to walk on stormy seas
I am strong, when I am on your shoulders
You raise me up: To more than I can be
You raise me up, so I can stand on mountains
You raise me up, to walk on stormy seas
I am strong, when I am on your shoulders
You raise me up: To more than I can be
There is no life รข€“ no life without its hunger
Each restless heart beats so imperfectly
But when you come and I am filled with wonder
Sometimes, I think I glimpse eternity
You raise me up, so I can stand on mountains
You raise me up, to walk on stormy seas
I am strong, when I am on your shoulders
You raise me up: To more than I can be
You raise me up, so I can stand on mountains
You raise me up, to walk on stormy seas
I am strong, when I am on your shoulders
You raise me up: To more than I can be

by JosH Groban

that song give me some spirits to facing this suck life and love...

BELAJAR DARI MEREKA YANG MENJUAL IMAJINASI

by:Rhenald Kasali

Mungkin J.K. Rowling tidak pernah berpikir sebelumnya jika hasil karya ‘Harry Potter-nya’ begitu fenomenal. Para pembaca dari segala lapisan umur, dari usia 9 - 99 tahun selalu menyerbu buku ini setiap kali terbit. Beredar di 200 negara, diterjemahkan dalam 61 bahasa dan kini telah terjual sebanyak 250 juta eksemplar. Yang tak kalah hebohnya, anak kecil kini tanpa sabar melahap buku sangat tebal yang biasanya hanya dibaca orang dewasa ini. Tak heran belum lama ini tersiar kabar bahwa beberapa anak di Amerika dan Inggris menderita sakit kepala karena memaksakan menghabiskan buku Harry Potter jilid 5 dalam semalam. Sakit kepala ini kemudian diberi nama ”Hogwarts Headache”.
Euforia Harry Potter memang melanda di mana-mana, edisi filmnya pun selalu ditunggu oleh para penggemarnya yang rela antri hanya untuk mendapatkan tiket. Tidak ada yang berpikir, bahkan Rowling sekalipun, jika buku ini akan digemari oleh anak-anak. Sebab awalnya ditujukan untuk orang dewasa. Lihat saja bukunya yang demikian tebal. Saking gandrungnya para anak-anak ini, mereka bahkan bisa menghafal para tokoh, binatang, permainan hingga mantra dalam dunia Harry Potter, termasuk kedua anak saya.
Pasar memang selalu menyimpan banyak misteri. Segmentasi yang kita lakukan sendiri, apalagi tidak secara mendalam bisa saja salah sasaran ke segmen lain yang tidak kita perhitungkan dalam pasar. Beruntung jika yang dituju adalah segmen yang menguntungkan. Dulu rokok Marlboro ditujukan kepada para wanita, namun kini dikenal sebagai rokok para pria yang macho. Yamaha Mio yang ditujukan untuk segmen para ibu rumah tangga justru diminati para pria yang ingin bertransportasi secara simpel.
Namun sedikit di antara kita yang berpikir apa yang terjadi di balik fenomena Harry Potter, sebab kebanyakan hanya melihat dampaknya. Padahal banyak hal yang dapat dipelajari dari situ, lebih dari sekedar mengantar anak-anak kita membeli buku atau mengantri film Harry Potter. Bagi para marketer maupun inovator, kekuatan imajinasi yang dimiliki oleh Rowling sangat luar biasa. Sebagai pengarang yang terkenal pandai menyembunyikan berbagai petunjuk, yang membuat pembaca penasaran sehingga rela merogoh koceknya menanti jilid demi jilid untuk sesuatu yang berharga, hal ini sangat ‘inspirational’. Dengan berbekal “Magic” Harry Potter yang terkenal ampuh itu, Rowling memiliki kekuatan marketing yang tersebar di berbagai mancanegara.
Sebenarnya apa yang dialami oleh Rowling sama seperti para penemu lainnya yaitu mengembangkan imajinasi. Inovasi nyaris tidak mungkin dilakukan jika para inovator tidak memiliki imajinasi. Persoalannya bagaimana menimbulkannya sehingga menghasilkan sebuah produk yang diapresiasi konsumen? Dari sini ada beberapa hal yang dapat dipelajari.
Pertama, jangan berhenti sebatas imajinasi liar, artinya imajinasi itu harus bisa diberi frame sehingga bisa memberi arah bagi penemuan produk-produk baru. Hal inilah yang membedakan antara kita sebagai orang awam dengan mereka yang berhasil menemukan produk-produk inovatif.
Kedua, Dream and Action. Imajinasi yang telah diberi frame akan memudahkan kita membuat wujud fisik. Tentu saja proses ini tidak mudah, diperlukan riset dan eksperimen yang panjang. Menyadari hal ini, banyak perusahaan-perusahaan besar menghabiskan sekian persen dari pendapatannya untuk membiayai R&D mereka. Banyak pula di antara penulis dan pengarang menghabiskan banyak waktu mereka untuk membuat karya yang terbaik meskipun kemudian hasil yang diinginkan tidak sesuai harapan, namun mereka tidak pernah berhenti.
Ketiga, tiada kata akhir untuk sebuah penemuan. Kekuatan sebuah penemuan adalah “Persistensi”. Saat Wright bersaudara berimajinasi bahwa tidak hanya burung bisa terbang, mereka ngotot melakukan eksperimen meskipun trial and error terjadi dan orang di sekelilingnya menganggap bahwa keduanya kurang waras. Namun Wright bersaudara tetap bereksperimen dan sejarah kemudian membuktikan bahwa dengan penemuannya, ternyata terbukti bahwa memang bukan cuma burung yang bisa terbang.
Beberapa saat yang lalu, konsumen kita juga sempat digemparkan oleh buku Supernova dan Jakarta Undercover yang meskipun tidak bisa dibandingkan dengan euforia Harry Potter namun kedua karya itu jelas tidak lepas dari imajinasi para penulisnya yang selalu berpikir menciptakan karya terbaik bagi pasar dan konsumennya. Para penulis ini berusaha memenuhi tuntutan kebutuhan konsumen yang terus berubah, terutama imajinasi konsumen yang semakin berkembang. Hal ini disebabkan beberapa hal, yaitu kemajuan teknologi internet yang membuat konsumen kini sangat ’smart’ dalam membelanjakan uangnya. Melalui media ini konsumen dapat menjelajah ke alam maya tanpa batas, mencari dan menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan imajiner mereka.
Demikian halnya teknologi ponsel yang keberadaannya kini bisa dinikmati di setiap segmen. Membuat informasi bisa diakses di mana-mana. Di negara maju teknologi ponsel dimanfaatkan oleh anak-anak dan remaja untuk mengirim dengan cepat pengalaman (experience) mereka kepada kawan-kawannya di manapun berada. Mereka yang piknik di Hawaii bersama orang tuanya dapat mengirim gambar ke temannya yang lagi naik gajah di Thailand. Semua ini membantu konsumen kita untuk bisa tahu dan memiliki imajinasi pada suatu tempat. Mereka akhirnya dapat bercerita meskipun secara fisik tidak pernah berkunjung ke tempat yang dimaksud.
Apa yang dialami oleh anak-anak kita yang begitu menggandrungi cerita Harry Potter sebenarnya karena mereka merasa diajak ke suatu tempat yang ada dalam imajinasi mereka, meskipun disadari peristiwa itu tidak akan terjadi di lingkungan nyata.
Akhirnya, memasarkan produk yang mengandalkan imajinasi jelas memerlukan pendekatan yang berbeda dengan produk lain seperti dalam Classical Marketing. Hanya pemasar yang jelilah yang dapat memanfaatkan peluang seperti ini dengan baik

Brain Computer Interface

Sejak publikasi tentang pengukuran aktivitas biopotensial otak yang dikenal dengan Electroencephalogram (EEG) oleh Hans Berger pada 1929, sampai saat ini sinyal EEG banyak digunakan sebagai salah satu informasi untuk keperluan diagnosis terkait masalah dengan syaraf serta kondisi mental pasien. Pengukuran sinyal otak dengan EEG adalah salah satu teknik yang relatif paling murah dibandingkan dengan penggunaan Magneto-Enchepalography (MEG), Fungsional Magnetic Resonance Imaging (fMRI). Kelebihan lain dari EEG adalah pada resolusi temporal yang tinggi dan cepat merespon segala perubahan aktivitas otak, walaupun dari sisi resolusi spasial relatif paling rendah dibandingkan dengan kedua perangkat yang disebutkan diatas.

Sinyal EEG diukur dengan elektroda pada hemisphere kepala dan pada beberapa titik pengukuran yang dibagi pada daerah utama frontal, temporal, central, parietal dan occipital lobe. Untuk keperluan klinik, sinyal EEG dapat digunakan untuk menganalisa kondisi mental pasien, dimana sinyal EEG terkait suatu kejadian/rangsangan akan dianalisa berdasarkam daya spektal dari sinyal EEG yang terkenal dengan istilah gelombang delta (0.1-5Hz), Theta (4-7Hz), Alpha (8-13Hz), Beta (14-30Hz) dan Gamma (>30 Hz). Untuk deteksi epilepsi, potensial karena rangsangan cahaya biasa digunakan.

Salah satu konsep yang menjadi fokus saat ini adalah pemanfaatan secara langsung sinyal EEG secara langsung dalam mengontrol suatu perangkat tanpa melalui kanal pada syaraf motorik dan otot, yang diperlukan untuk pasien stroke dan amputasi, sehingga lebih mudah berinteraksi dengan perangkat kursi roda, komputer atau perangkat lainnya.

Untuk dapat mengenali pola sinyal EEG terkait target perintah yang dikehendaki, suatu antar muka cerdas diperlukan, yang mengintegrasikan protokol pengukuran sinyal EEG dan pemrosesan sinyal cerdas. Antar muka cerdas tersebut dikenal dengan istilah brain computer interface (BCI) .

Terkait dengan pengembangan brain computer interface (BCI), terdapat dua kelas sinyal EEG yang dikenal dengan event related potential (ERP) dan rhythmic activity. ERP adalah sinyal EEG yang berubah karena adanya rangsangan atau kejadian (event). Dikenal dua tipe dari ERP yaitu : exogenous ERP yang terjadi pada 100ms setelah rangsangan diberikan dan endogenous ERP yang terjadi dari 100ms dan sesudahnya. Ide dasar pada ERP adalah dari satu hipotesis bahwa jika suatu event terjadi maka akan diketahui pula perubahan potensial dalam waktu yang bersamaan. Maka sinyal dapat difilter dari sinyal acak pada background EEG untuk meningkatkan signal to noise ratio (SNR). Sedangkan rhythmic activity adalah suatu aktivitas yang sulit diprediksi tetapi berulang sebagai hasil dari aktivitas total yang dihasilkan oleh neuron dalam otak. Gelombang mu adalah bagian spesifik dari gelombang alpha (10-12 Hz) dan terletak pada cortex sensorimotor. Satu keuntungan dari gelombang mu bila dibandingkan dengan alpha adalah relatif tidak sensitif terhadap artifak akibat kedipan mata.
Suatu tantangan pengembangan BCI di Indonesia adalah pengembangan dari desain perangkat keras pendukung serta perangkat lunak untuk keperluan penterjemahan sinyal EEG. Dari sisi desain perangkat keras, pengembangan helm khusus untuk memudahkan peletakkan sensor elektroda untuk ukuran kepala rata-rata orang Indonesia perlu mendapat kajian khusus. Hal tersebut perlu mendapat perhatian karena salah satu kunci sukses BCI adalah pengambilan sinyal EEG harus berasal dari sensor yang diletakkan pada daerah motor cortex. Lebih dari masalah tersebut, pergeseran posisi sensor dapat menyebabkan artifact pada sinyal EEG. Perangkat keras lain yang diperlukan adalah bio-amplifer portable untuk memperkuat sinyal EEG yang dalam orde mikro-volt.
Dari sisi perangkat lunak, pemrosesan sinyal pada BCI diperlukan pemrosesan sinyal cerdas. Hal ini didasari karena sinyal EEG adalah tergolong non-stationary serta untuk mengunci informasi sinyal EEG terkait perintah tertentu memerlukan suatu teknik ekstraksi ciri serta klasifikasi pola. Khusus pada klasifikasi pola, pengembangan model yang dapat dilatih seperti jaringan syaraf tiruan digunakan untuk mengantisipasi variasi dari sinyal EEG untuk beragam kondisi.

http://dosen.tf.itb.ac.id/supri

Spiritual Quotient

Anda memiliki Inteligent Quotient 130 atau 139 mendekati IQ Einsteint, tentu anda berbangga diri karena anda bisa dikategorikan sebagai salah satu orang jenius dimuka bumi ini, eit tapi tunggu dulu anda masih membutuhkan satu aspek kecerdasan lagi yaitu Emotional Quotient atau Kecerdasan Emosi sehingga anda bisa menyelami dan merasakan perasaan orang lain EQ dibutuhkan agar IQ bisa bersinergi dengan baik sehingga kita bisa dengan benar berinteraksi dengan orang lain atau lingkungan disekitar kita.

Dalam salah satu seminar kemarin tentang ESQ kedua hal diatas ternyata belumlah cukup menjadikan kita menjadi manusia dalam arti yang sesungguhnya bahkan menurut sebuah penelitian IQ dan EQ hanya 6% mengantarkan kita menuju keberhasilan nah mo tau 94% faktor yang mampu menyinergikan kita agar menjadi manusia yang bermanfaat berguna berhasil dan hidup penuh kedamaian dan ketentraman hati faktor itu adalah Spiritual Quotient / SQ.

dua unsur SQ, yakni aspek nilai dan makna, sebagai unsur penting kecerdasan spiritual. SQ adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan masalah makna dan nilai, sementara kecerdasan menempatkan perilaku dan hidup manusia dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya.

Selain itu, SQ juga memperlihatkan kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan hidup atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan lainnya. Kecerdasan ini tidak hanya untuk mengetahui nilai-nilai yang ada, tetapi juga untuk secara kreatif menemukan nilai baru.

ESQ senantiasa berpusat pada prinsip atau kebenaran hakiki yang bersifat universal dan abadi. Model ini terdiri dari empat tahapan, yakni (1) proses penjernihan emosi, (2) membangun mental, (3) ketangguhan pribadi, dan (4) ketangguhan sosial.


Manusia yang mengandalkan IQ dan EQ, cenderung berorientasi pada materi, keinginan untuk menjadi orang terkenal, dan mencari jabatan. Pengalaman Hitler menunjukkan, tokoh ini memang memiliki IQ dan EQ tinggi, sehingga dengan kemampuannya dia sanggup mengajak warga Jerman untuk menjadi pengikutnya, lalu melakukan tindakan-tindakan anarkis.

Di Indonesia, di saat krisis multidimensi melanda, gerakan hati untuk bersama-sama memelihara kasih sayang sulit untuk dipergunakan lagi. Akibatnya, manusia tidak lagi malu berbuat korupsi, membakar orang, berkelahi, dan tidak malu menjadi pasukan berani mati. Kesadaran diri berdasarkan nurani yang universal menjadi tumpul.

modal spiritual ini juga memberikan perasaan hidup yang komplet (wholeness). Inilah yang disebut psikolog Abraham Maslow dengan peak experience (pengalaman puncak); perasaan yang muncul karena kedekatan dengan Sang Pencipta.

Di mata akademisi yang berpandangan demikian, agama akan menjadi pembimbing kehidupan, agar tidak menjadi seorang egoistik atau berorientasi pada diri sendiri. Oleh karena itu, untuk mengembangkan keagamaan adalah bagian mutlak dan utama bagi tumbuhnya masyarakat makmur dan sejahtera, serta aman dan damai.

SO ingak ingak IQ+EQ+SQ=manusia berhasil, berhasil didunia dan akhirat. buktikan rumus ini...

by: ary

Men Are Hard To Please

The problems with GUYS:
If u TREAT him nicely, he says u are IN LOVE with him;
If u Don't, he says u are PROUD.
If u DRESS Nicely, he says u are trying to LURE him;
If u Don't, he says u are from KAMPUNG.
If u ARGUE with him, he says u are STUBBORN;
If u keep QUIET, he says u have no BRAINS.
If u are SMARTER than him, he'll lose FACE;
If he's Smarter than u, he is GREAT.
If u don't Love him, he tries to POSSESS u;
If u Love him, he will try to LEAVE u.(very true huh?)
If u don't make love with him., he says u don't Love him;
If u do!! he says u are CHEAP.
If u tell him your PROBLEM, he says u are TROUBLESOME;
If u don't, he says that u don't TRUST him.
If u SCOLD him, u are like a NANNY to him;
If he SCOLDS u, it is because he CARES for u.
If u BREAK your PROMISE, u Cannot be TRUSTED;
If he BREAKS his, he is FORCED to do so.
If u SMOKE, u are BAD girl;
If he SMOKES, he is GENTLEMENT.
If u do WELL in your exams, he says it's LUCK;
If he does WELL, it's BRAINS.
If u HURT him, u are CRUEL;
If he HURTS u, u are too SENSITIVE!!
& sooo hard to please!!!!!


If u send this to guys, they will swear that it's not true.......
but if u don't, they say u are selfish.....
The moral of the story is.......SEND THIS TO GUYS OUT THERE ANYWAY... Send it to girls also, gives them some laughter ...

Lelaki Emang Egois....

Selasa, 18 Agustus 2009

Email security

Analisa email dilakukan dengan cara menulis sebuah email dengan account email yahoo dengan meng attach kan file-file biner dalam format .txt dan .jpg dalam file ukuran kecil , di kirimkan pada alamat email sendiri, setelah di terima maka dapat dilihat full header nya. Maka hasilnya tampak seperti berikut ini: